Kamus Istilah dalam Dunia Clothdiaper

Apa yang dimaksud dengan AIO, AI2, pocket, liner, soaker….istilah-istilah dalam dunia per-clodian itu mungkin masih sangat asing di telinga kita. Wajar, karena ‘modern’ clodi memang masih terbilang barang baru di Indonesia. Di AS pun, baru pada awal 90’an clodi memulai ‘big comeback’ nya seiring meningkatnya kesadaran tentang isu lingkungan. Limbah disposable diaper/pospak yang terbuat dari plastik yang amat sulit terurai dinilai sangat membebani bumi. Penggunaan pospak pada masa itu (bahkan sampai sekarang pun) memang masih dominan, tapi gerakan untuk ‘kembali ke popok kain’ mulai digalakkan kembali. Pada awal 90’an itu, bentuk clodi memang masih konvensional, yaitu kain yang dilipat-lipat menyerupai popok. Baru pada tahun 2000-an ke atas mulai bermunculan berbagai merk clodi sekali jadi yang tinggal pakai (tanpa melipat-lipat dulu) di AS. Tahun 2006 bahkan disebut-sebut sebagai tahunnya cloth diaper di AS (lihat: Sejarah Diaper). Beberapa tahun belakangan, inovasi di dunia per-clodi-an semakin canggih sehingga performa clodi meningkat secara signifikan.

Flats– one-layer diapers atau popok kain biasa yang lazim digunakan di Indonesia. Biasa dipakai untuk newborn baby.

Pre-folds– kain berbentuk persegi (bisa terbuat dari bermacam bahan yang adem dan menyerap) yang dilipat-lipat menyerupai popok. Bedanya dari flat diaper, prefold adalah multiple layer diapers dengan layer/lapisan yang lebih tebal di bagian tengah untuk menyerap pipis. Ketebalan layer/lapisan tergantung dari banyaknya lipatan atau tergantung dari seberapa lebar kain yang digunakan. Pre-folds 4x8x4 berarti terdiri dari 4 lapisan di kedua sisi, dan 8 lapisan di tengah. Dibutuhkan peniti untuk memasangnya. Kelebihan flats dan prefold adalah: ekonomis karena termurah dibanding popok kain jenis lain, mudah dibersihkan, dan cepat kering karena tipis. Kain persegi ini juga bisa difungsikan sebagai lapisan penyerap tambahan (soaker) atau sebagai bahan pengisi pada popok jenis pocket (pocket stuffer). Kekurangannya: kurang praktis karena harus melipat-lipat dahulu dan harus memakai peniti. Mudah tembus, karenanya dibutuhkan diaper cover yang bersifat water-proof.

Diaper Cover — Pembungkus popok yang berfungsi sebagai lapisan luar yang anti tembus/water-proof. Bisa terbuat dari bermacam bahan seperti polyester, Polyurethane Laminate (PUL), waterproof nylon, fleece atau wool. Perekat cover ini bisa berupa snap/ kancing, velcro/perepet atau berbentuk celana pull-up.

Doubler – adalah lapisan penyerap tambahanan untuk memperbesar daya tampung diaper saat diperlukan perlindungan ekstra. Misalnya pada saat malam hari..

Soaker –Istilah soaker dapat merujuk pada 2 hal. Pertama, ia dapat berarti lapisan penyerap di bagian tengah diaper. Soaker dapat dijahit ke dalam diaper (seperti pada AIO), dapat dijahit separuh hingga membentuk flap (eg. celana berlidah ), dapat sebagai insert/bahan isian pocket diaper, atau dapat diletakkan begitu saja dalam diaper. Pengertian yang kedua, soaker dapat menunjuk kepada diaper cover berbahan wool.

Liner –- adalah lapisan tipis dari kain atau kertas yang ditempatkan ke dalam diaper untuk mempermudah pembersihan diaper bila terkena pup. Pup yang menempel pada liner dari kertas bisa langsung dibuang atau disiram ke dalam toilet langsung bersamaan dengan linernya. Sedangkan liner dari kain harus dicuci. Penggunaan liner mempermudah proses pencucian karena melindungi diaper dari terkena noda pup secara langsung.

AIO – All-In-One diaper. Sesuai namanya, diaper jenis ini berdiri sendiri tanpa perlu menggunakan lapisan penyerap/absorbent material tambahan. Jenis ini yang paling menyerupai disposable diaper karena merupakan one-piece diapering system. Perbedaannya hanya, diaper ini bisa dipakai ulang. Lapisan penyerapnya dijahit menempel/menyatu pada diaper. Kelebihannya adalah, karena one-piece maka sifatnya praktis dan mudah digunakan. Kita tak harus membawa-bawa kain penyerap terpisah bila bepergian. Kekurangannya adalah, lebih lama kering bila dijemur karena punya lapisan penyerap yang tebal. Kekurangan lainnya lebih sulit dibersihkan dibandingkan cloth diaper jenis lain. Variasi lebih lanjut dari AIO adalah AI2.

AI2 – All-In-Two sebenarnya agak serupa dengan AIO hanya saja material penyerap tidak dijahit menyatu dengan diaper. Bahan penyerapnya adalah satuan terpisah yang tidak menempel pada diaper. Penggunaannya di-attach atau dilampirkan atau disampirkan ke atas diaper. Menurut saya, jenis ini agak serupa juga dengan Pocket Diaper yang merupakan two-piece diapering system. Perbedaannya adalah, dalam diaper jenis Pocket, bahan penyerap dimasukkan (inserted) ke dalam pocket/ kantong, sedangkan dalam AI2 bahan penyerap disampirkan saja ke atas diaper. Kelebihannya: lebih cepat kering dibandingkan dengan AIO. Kekurangannya tentu saja agak kurang praktis dibanding AIO karena mesti membawa lapisan penyerap terpisah.

Pocket Diapers—Popok dengan system kantong ini hampir serupa dengan AIO atau AI2. Lapisan luar (outer) terbuat dari bahan yang waterproof dan lapisan dalam (inner) terbuat stay-dry material seperti microfleece atau suede. Perekatnya bisa berupa snap/kancing atau Velcro/perepet. Perbedaannya, clodi jenis ini mempunyai pocket/ kantong untuk memasukkan doubler/insert pada saat popok digunakan, dan insertnya bisa dikeluarkan pada saat pencucian. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa sistem pocket ini merupakan terobosan paling inovatif dalam dunia per-clodi-an. Saat ini, pocket diaper nampaknya jadi pilihan yang paling popular di antara clodi jenis lain. Kelebihannya: bahan pengisi pocket bisa ditentukan sesuai keinginan, lebih mudah dicuci dibanding AIO karena insert bisa dipisahkan, kelihatan trim/ramping bila dipakai bila tidak terlalu banyak insert yang dimasukkan. Kekurangannya: membutuhkan insert sehingga tidak sepraktis AIO, dapat kelihatan bulky/gembung bila terlalu banyak insert yang dimasukkan.

Contour Diaper—Contour diaper adalah diaper yang potongannya mirip jam pasir tetapi tanpa bagian elastis di bagian belakang dan paha. Pemakaiannya harus menggunakan penjepit, peniti atau diaper cover. Karena tidak water-proof, maka harus memakai diaper cover. Saya belum melihat contoh barangnya di Indonesia.

Fitted Diapers – Fitted diapers bentuknya agak serupa dengan disposable diapers. Bentuknya sudah jadi (dalam arti tidak melipat-lipat dulu spt prefold diaper) dan dilengkapi dengan bagian elastic pada bagian belakang dan lingkar paha (tidak seperti Contour Diaper yang tanpa bagian elastik). Pemakaiannya direkatkan dengan Velcro/perepet dan snap/ kancing dan mesti memakai diaper cover di luar karena tidak waterproof. Bisa dikata fitted diapers adalah bentuk lebih lanjut dari pre-fold diaper tapi lebih ringkas penggunaannya karena bentuknya sudah jadi.

DSQ – Kependekan dari Diaper Service Quality. DSQ biasanya merujuk kepada pre-fold diapers berkualitas tinggi yang menggunakan bahan terbaik karena diaper yang digunakan oleh Diaper Service harus mengalami tingkat penggunaan yang tinggi dan melalui proses pencucian berulang kali. Penyelenggaraan jasa Diaper Service rasanya belum ada di Indonesia.

Wool In One (WIO) – adalah diaper All-In-One (AIO) tapi bagian outernya terbuat dari wool.

About Baby-Oz Corner

an online shop
This entry was posted in Artikel and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Kamus Istilah dalam Dunia Clothdiaper

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s